Kuadran Tahu Dan Kuadran Bisa

Mereka yang di anggap kompeten di kuadran Tahu bisa saja menjadi tidak kompeten lagi manakala harus terjun ke tengah-tengah masyarakat" (kata Om Bob Sadino) didalam buku Bob Sadino Mereka Bilang Saya Gila.

Om Bob menggambarkan orang-orang di kuadran TAHU ini seperti mereka yang sedang belajar menembak. Orang-orang ini dibekali dengan macam teori, teknik, atau cara menembak yang jitu. Tetapi mereka biasanya tidak pernah menyentuh senapan beserta pelurunya, terlebih lagi belajar menembakannya ke sasaran tertentu.
Gambar buku Bob Sadino Mereka Bilang Saya Gila

Mereka memang tahu cara menembak, tetapi tidak otomatis bisa menembak. Oleh sebab itu, mereka yang di anggap kompeten di kuadran TAHU bisa saja menjadi tidak kompeten lagi manakala harus terjun ke tengah-tengah masyarakat.

Berikutnya, kuadran kedua yang menjadi antitesis bagi kuadran pertama tadi dinamakan kuadran BISA, dan kadang di sebut kuadran MASYARAKAT atau kuadran JALANAN. Kuadran kedua ini menggambarkan bagaiman orang-orang yang tidak sekolah belajar melakukan atau mengerjakan sesuatu pekerjaan di berbagai bidang.

Mereka tidak mengerjakan pekerjaanya dengan menyandar diri pada teori-teori tertentu. Sebab, mereka memang tidak peduli apalagi menguasai teori. Titik berangkat mereka adalah praktek, melakukan tindakan, mengerjakan sesuatu, dan sepenuhnya belajar dari proses tersebut.

Wilayah belajar mereka adalah dalam dunia praktek, dalam kehidupan riil, atau di tengah-tengah masyrakat.

Orang-orang di kuadran bisa dapat saja mengerjakan pekerjaannya dengan benar, tetapi bisa pula melakukan kesalahan. Namun, kedua pengalaman itu menjadi sumber pembelajaran yang utama. Karena proses belajar daloam bentuk praktek yang berulang-ulang itulah orang-orang yang sebelumnya tidak bisa menjadi BISA. Di kutip dari dalam buku Bob Sadino Mereka Bilang Saya Gila.

0 Response to "Kuadran Tahu Dan Kuadran Bisa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel